Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Posted in Liburan on January 9, 2012 by tiariaji99

Pada liburan akhir tahun ini, saya dan keluarga berinisiatif untuk pergi ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ini terjadi secara tidak sengaja, mengingat saya sebetulnya telah merencanakan liburan akhir tahun ini dengan sejumlah agenda, dari mulai mengajak anak-anak berkunjung ke daerah leluhur mereka, hingga memberi kesempatan pertamakali untuk anak-anak merasakan naik pesawat terbang. Semua akhirnya batal karena para pengasuh secara mendadak pulang kampung dan saya didera sakit berhari-hari.

Setelah kondisi yang sedikit memungkinkan bagi saya untuk menemani mereka, saya putuskan untuk pergi ke TMII pada hari kerja dengan harapan agar tempat tersebut tidak terlalu ramai oleh pengunjung.

Dengan uang masuk TMII yang relatif murah; Rp. 7.000/orang dan Rp. 10.000/mobil, rencana awal kami adalah untuk menikmati wisata renang di SnowBay. Tapi untunglah, sebelum kami memasuki SnowBay, kami terlebih dahulu memilih menaiki kereta gantung yang menjadi idaman anak-anak. Dengan tiket Rp. 25.000/orang, kami lumayan dapat menikmati pemandangan TMII dari atas, menarik dan mencekam! Dari pemandangan atas itulah kami dapat melihat situasi SnowBay. Jujur, keinginan kami untuk ke SnowBay seketika menciut. Kenapa? Dibandingkan dengan fasilitas wisata renang yang pernah kami alami di WaterBom, WaterPark dan bahkan Jungle, SnowBay jauh dari memuaskan. Kecilnya area wisata air tersebut, sedikitnya fasilitas atraksi semacam spiral luncur dan harga tiket yang tak sepadan; Rp. 120.000/orang, membuat kami mengurungkan niat untuk menikmati wahana tersebut. Sementara, banyaknya pilihan menikmati TMII dengan cara yang lain, lebih menggiurkan anak-anak.

Dari Kereta gantung, kami akhirnya memutuskan untuk bersepeda saja mengelilingi TMII. Dengan tiket sewa Rp. 10.000/orang/jam, kami jelajahi TMII dengan mengayuh sepeda tandem. Ini bahkan lebih asik! Kami bisa berkeliling ke setiap anjungan propinsi-propinsi dan museum-museum yang ada di dalam TMII. Sekian lama tak ke TMII, saya dan keluarga begitu terpukau dengan anjungan dari masing-masing propinsi yang ada di NKRI ini. Ini menjadi semacam study tour. Belum lagi museum-musuem yang banyak terdapat di TMII semisal museum transportasi, Listrik, Minyak Bumi, hingga museum ketentaraan. Semua musuem-musuem tersebut hanya bertarif masuk Rp. 2.000 – Rp. 5.000/orang.

Setelah puas menggowes sepeda sembari study tour, kami melanjutkan menikmati tontonan layar lebar Imax yang bertarif Rp. 30.000/orang. Seingat saya, dulu teater Imax menyajikan tontonan 3D, entah kenapa sekarang sudah tidak lagi. Namun begitu, tayangan layar lebar yang disajikan tak kalah menarik. Ada beberapa pilihan film yang ditayangkan disana berdasarkan jam tayangnya; T-rex, Bencana Alam, journey to Mecca dll.

Dari beberapa tempat yang saya sebutkan di atas, sebenarnya masih banyak tempat-tempat menarik lain yang di tawarkan TMII, semisal; Bird Park, Aquarium Ikan Air tawar, dll. Dan anda butuh tenaga ekstra untuk menjelajahi wilayah TMII yang lumayan luas, namun bersih dan relatif teratur.

Sebagai tempat wisata belajar, TMII bisa menjadi alternatif wisata keluarga di Jakarta, khususnya mereka yang ingin mengetahui lebih tentang keaneka-ragaman budaya propinsi-propinsi  di tanah air. Selamat berkunjung!

Bali Kita

Posted in Uncategorized on August 16, 2011 by tiariaji99

Tahun ini, di Minggu akhir Juli, jelang Ramadhan, saya berkesempatan kembali jalan-jalan ke Bali. Merehat diri sejenak, seorang diri, sembari pikir-pikir untuk siapkan langkah bisnis kedepan.

Tak terlalu banyak tahu saya akan situasi terkini pulau itu. Karenanya, saya lepaskan semuanya nanti kala saya sampai disana, gumam saya.

Saya pergi dengan dengan pesawat AirAsia, PP. Niat ingin dapat tiket murah, eh…malah kena biaya nyaris normal dikarenakan ini kali pertama saya bertransaksi tiket via internet dengan maskapai ini. Banyak pilihan-pilihan yang sebenarnya tak saya benar-benar butuhkan semacam; posisi kursi, asuransi, biaya kenyamanan, dll.

Di Bali, saya sebenarnya tak tahu hendak mau apa. Beruntung, adik saya sedang tinggal disana dan karenanya lumayan bisa dijadikan referensi.

Tiba di bandara Ngurah Rai sudah masuk malam. Saya coba cari taxi blue bird. Taxi ini menggunakan argo resmi, meski ia sebenarnya bukan taxi resmi bandara…aneh memang. Justru taxi resmi bandara tidak menggunakan argo (lebih aneh lagi!!). Taxi blue bird tidak boleh mangkal dibandara, dan saya memberhentikannya kala sebuah taxi itu baru saja menurunkan penumpang di bandara. Langsung masuk dan minta diantar ke arah selatan, sekitar 15 KM. Jarak segitu kena biaya 65.000.

Memasuki hari kedua, saya mulai ancang-ancang. Bali pada hakikatnya menawarkan wisata utama; pantai, pura dan keunikan budaya dan kerajinannya. Ada begitu banyak pantai-pantai indah, lokasi-lokasi kerajinan dan pura. Adalah lebih hemat bila ingin menikmati itu semua, kita memutuskan untuk menyewa kendaraan, entah mobil atau motor. Saya menyewa suzuki jimnyseharga 100.000 per hari (24 jam). Sedangkan motor memasang tarif 50.000/hari. Syarat mudah, cukup fotocopy KTP…blass anda bisa langsung ngacir kemana-mana.

Lokasi-lokasi wisata tersebut terfokus pada rentang Utara (atas) hingga Selatan (bawah). Atas diwakili area sekitar Canggu (tanah lot), Kuta, Seminyak hingga bawah; Uluwatu, Nusa Dua dan Sanur. Semuanya terhubung oleh sebuah jalan besar ByPass. Jangan bandingkan dengan situasi jalan-jalan jakarta. Bypass ini tak terlalu panjang dan juga tak terlalu lebar, hanya 3 lajur untuk masing-masing jalur. Ditengah utara dan selatan, disitulah letak bandara. Anda akan banyak berputar-putar di daerah sekitar utara dan selatan ini. Semua jarak itu memakan 40 – 50 km, dan dapat ditempuh 1 – 2 jam, tergantung jam sibuknya.

Wisata pantai terbagi menjadi pantai untuk renang dan surfing. Untuk renang; nusa dua, kuta, seminyak bisa jadi pilihan. Untuk surfing; uluwatu, kerobokan dan sanur begitu bagus! Lokasi konkow, tak lain adalah kuta dan seminyak. Dan untuk belanja kerajinan, tak lain adalah pasar sukowati, yang darinya kita bisa menuju Ubud (tempat banyak lukisan dan kerajinan perak).

Sisi lain Bali yang bikin kita nyaman adalah; tak adanya pengemis, gelandangan, ongkos parkir dan pilhan makanan asing yang begitu ragam. Belum lagi tempat penginapan yang relatif murah di sekitar kuta dan seminyak; dari mulai harga 150.000 – 350.000 per malam yang lumayan nyaman untuk backpackers.

Bali memang siap untuk menyambut kita, dan daerah-daerah lain perlu seperti Bali.

Ramadhan Pertama Si Sulung

Posted in Great Moments on August 16, 2011 by tiariaji99

Puasa Ramadhan tahun ini terasa spesial. Ini karena pertama kalinya Salaam ikut berpuasa. Hingga hari ke 16, ia masih terus berpuasa dan sejauh ini baru absen satu hari.

Ada yang menarik dari salah satu motifnya untuk ikut berpuasa. Dikatakanya bahwa berpuasa membuatnya terbebas dari tekanan untuk makan rutin! Ia mungkin hanya membutuhkan makan pagi dan malam, cukup itu saja. Konyol memang.

Beberapa ungkapannya yang lain selama mengikuti puasa juga menarik. Ia berucap bahwa ia begitu menikmati masa-masa berpuasa dikarenakan ada begitu banyak makanan enak terhidang, kala saat berbuka dan pada saat sahur…sangat berbeda pada hari-hari umum lainnya.

Saya lumayan takjub dengan kemampuannya berpuasa untuk kali pertamanya ini. Tak ada agenda pribadi yang muluk-muluk atasnya. Cukup bagi saya bahwa ia perlu mulai menyadari dan mau menjalankan salah satu rukun agama ini dengan kerelaan dan kegembiraan. Saya mencoba memahaminya dari sisi psikisnya, psikis anak-anak. Bahwa pesan-pesan keagamaan jangan terlalu mendominasi aktifitas ini, cukup ia menangkapnya secara naluriah saja; bahwa berpuasa adalah gagasan keagamaan tentang pentingnya rasa berbagi dengan mereka yang tak selalu beruntung dalam hal ketersediaan makanan. Akan halnya ibadah-ibadah khas selama berpuasa semacam; tarawih dan amalan-amalan penambah pahala, cukup ia baru tahap mengetahuinya saja. Mengerjakannya secara bertahap, tidak ngoyo dan yang terpenting; kenyamanan.

Saya cuma berharap bahwa ia akan menikmati setiap momen-momen keagamaan secara fitrah, seperti puasa Ramadhan ini, dan yang penting kerelaan. Membebaskannya dari tekanan-tekanan doktrin dan menjadikannya masa-masa pemupuka mental untuk tahun-tahun berikutnya.

Antena Parabola

Posted in Tips on April 6, 2010 by tiariaji99

Minggu lalu saya akhirnya memutuskan untuk memasang parabola. Alasan untuk memasang super antena TV itu lebih didasarkan pada kebutuhan akan variasi siaran dan keingintahuan yg mendalam akan situasi sosial pada beberapa negara.

Saya cukup puas dengan keputusan ini. Semua harapan-harapan saya akan kehadiran antena ini lumayan sesuai dengan perkiraan saya. Dari mulai biaya pemasangan sebesar Rp. 1.550.000 plus tip Rp. 50.000 yg lumayan cukup kompetitif (dipasaran, rata-rata Rp. 1.7 – 1.9 jt), tenaga ahli yang memasangnya dan paket all-in-one yg mereka berikan.

Pada prinsipnya, dengan harga yang saya dapat, saya berhak untuk memperoleh antena tersebut beserta tiang pancang, pemasangan, dekoder antene dan channel, dua buah remote dan kabel untuk kedua dekoder masing-masing 10 meter.

Mengenai channel siaran, terdapat hampir 300 channel yang berasal dari ASEAN, Asia Timur (Jepang, Cina, Korea, Taiwan), Asia selatan (India, pakistan, Srilanka, Bangladesh), Asia Tengah (Iran, Mongolia), Timur Tengah (arab saudi, Irak, negara-negara teluk), Afrika Utara (Mesir, Libya, Sudan) hingga Eropa (Italia, Perancis, Spanyol, Portugal, Inggris) sampai dengan Australia.

Beberapa channel besar juga masuk dalam jaringan diluar dari stasiun milik pemerintah, seperti: Bloomberg, Al-Jazeera, DW-TV, BBC world, Australia Network, MTV (cina), Travel, Press TV, TV5 Prancis, France24. Diluar itu, seluruh stasiun yg ada di Indonesia juga tercover, plus beberapa kanal-kanal khusus olahraga, musik, rohani, anak-anak dan kantor berita, juga ikut tercover.

Cara kerja Parabola ini lumayan unik. Dari 300 channel yang ada, mereka tersebar dalam 15 satelit yang beredar di orbit. Bila kita hendak memilih sebuah channel, maka kita juga harus memindahkan arah antena kita ke satelit yg dimaksud, cukup melalui remote.

Hal yg cukup menggangu adalah, setiap kali kita hendak menonton, kita harus selalu memegang daftar channel & satelit untuk diarahkan, plus tiga remote yg siap kita operasikan setiap dibutuhkan.

Secara umum, adanya variasi siaran cukup membuat kita terhibur disamping kita akan terbebas dari tuntutan biaya rutin yang terjadi pada TV cable berbayar. Belum lagi kualitas gambar yang cukup bagus ditambah model kerumitan remote yang akan mampu mencegah anak-anak menonton siaran-siaran yang tak perlu. Diluar itu, bila anda tengah belajar bahasa tertentu, memanfaatkan siaran-siaran parabola akan mampu mempercepat proses belajar anda.

Merayakan Tahun Baru 2010

Posted in Great Moments on January 6, 2010 by tiariaji99

Malam tahun baru 2010, kami isi dengan acara bakar jagung dan nyate di taman depan rumah.

Kami hanya berlima dan minus Vivin. Ini pengalaman pertama buat Mevlud melihat hal seperti itu. Dia tampak sangat menikmati acara tersebut sembari terus menenggak jus apelnya dan makanan ringan ditangan kirinya. Sementara Salaam ikut membantu saya, neni dan puji, pengasuh rumah tangga baru kami, menyiapkan bahan-bahan makanan untuk dibakar.

Gampang-gampang susah dalam mengolah daging sate agar empuk dan enak dimakan buat anak-anak. Salah satu resep yang pernah saya dengar adalah dengan menyiram daging steak dengan air parutan nenas. Air parutan nenas tersebut akan mampu melunakkan daging tersebut sehingga akan empuk bila matang nanti.

Untuk Jagung bakar? carilah yang sweet corn di supermarket2 besar. Kita hanya tinggal mengolesinya dengan mentega, maka hasilnya akan tersa gurih dan manis.

Selamat Tahun Baru 2010!

Obituari

Posted in Great Moments on January 6, 2010 by tiariaji99

Opah Meninggal Dunia.

Jauh di Medan sana, Opah merasakan sakit. Hal ini memaksa semua anak-anaknya untuk hadir menjenguk dan ternyata juga harus mengantarkannya hingga ke liang lahat.

Perjumpaan saya dengan Opah pertama kali terjadi di akhir tahun 1990-an. Di tengah malam, di Sarinah, Jakarta Pusat. Setelah menikah, tercatat hanya 3 – 4 kali saya bertemu dengan dia kembali namun dengan bobot yang lebih berkualitas.

Secara pribadi, saya tertarik dengan kehidupan dia. Dia pernah memiliki nama besar dan cerita-cerita besar yang menyertainya. Selama ini saya memang lebih banyak mendengar tentang dia dari anak-anaknya. Karenanya, setiap kali ada kesempatan bertemu dengan dia, saya usahakan untuk berbincang lebih dalam tentang banyak hal.

Pada pertemuan terakhir saya dengan beliau, kesempatan itu akhirnya muncul. Secara umum, Opah orang yang hangat dan up to date. Pembicaraan dengan dia selalu nyambung. Kebetulan, dia orang yang gemar bercerita. Saya banyak bertanya tentang pandangan dia perihal kinerja prestasi olah raga nasional. Dia tampak kecewa dengan yang terjadi akhir-akhir ini. Selain soal olah-raga, saya juga berbincang soal sejarah dan hidup belaiu. Ceritanya lumayan seru dan membuka banyak pertanyaan.

Secara pribadi pula, saya mengagumi beliau yang tergolong manusia becus dalam banyak hal yang dikerjakannya. Dia orang yang care terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak. Baginya, pendidikan adalh masalah yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, sebagaimana hal tersebut harus seiring dengan keteladanan.

Perkenalan saya dengan beliau sangat sebentar namun berarti banyak. dan kini beliau telah pergi. Saya sempat membayangkan bagaimana kerasnya hidup yang ia jalani dan hal-hal yang telah menjadi kehati-hatian dia sebagai suami, ayah dan kakek. Ia telah lindungi keluarganya dengan sekuat tenaganya dari apa-apa yang mampu menjadi malapetaka.

Selamat jalan Opah! di dalam Bibel “Aku telah bertarung dengan keras dan aku telah mengakhirinya dengan baik”. Semoga Tuhan melapangkan jalan dan memberi mu upah dari apa yang telah kau tanam dengan baik di bumi ini.

Pembantu Rumah Tangga

Posted in Masalah on December 22, 2009 by tiariaji99

Membina hubungan antara kita, sebagai majikan, dan PRT, itu gampang-gampang sulit.

Sudah hampir nyaris tiga bulan lewat, kami disibukkan dengan urusan PRT yang kali ini, setelah sepeninggal Parmi dan Eli, kami mengalami masa-masa sulit jauh dari sebelum-sebelumnya.

Kalau dulu sebelumnya duet Parmi/Eli begitu kompak, setia dan nyaris tidak ada yang membedakan mereka dengan layaknya sebagai saudara dekat, maka PRT setelah mereka sungguh-sungguh membutuhkan perhatian dan teknik khusus.

Sudah tiga gelombang PRT gagal. Ada yang mengundurkan diri, ada yang kabur dan ada yang gak betah. in just only 3 months! bandingkan dengan duet parmi/eli yang bisa bertahan hingga 4 tahun!

Apakah penyebabnya? anak kita yang susah diatur, terutama soal saat makan? cara kita membawa diri ke mereka? kurang persuasif? keberjarakan? gap budaya? ketidak-puasan kinerja mereka? atau murni bahwa mereka memang tidak betah dengan atmosfir rumah kita?

Entah kenapa saya seperti kehilangan akal dalam menghadapi mereka. padahal kami sudah punya senjata ampuh dalam menghadapi mereka; tindakan persuasif dan kepercayaan.

Berharap untuk tidak over-expected? dan mulai menerima bahwa mereka berbeda dengan parmi/eli?