Berkomunikasi Dengan Anak

Ini gagasan saya perihal bagaimana membangun sebuah komunikasi yang baik terhadap anak berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya selama ini.

Sebelum menguraikan lebih jauh, terdapat sejumlah prinsip penting yang harus kita perhatikan menyangkut hubungan kita dengan anak sbb:

1. Meski mereka adalah anak-anak, namun pandanglah mereka sejatinya sebagai manusia dewasa seutuhnya. Mereka adalah makhluk dengan segala kebutuhannya akan kasih sayang, penghormatan dan hak serta tanggung-jawabnya.

2. Membimbing anak adalah bersamaan dengan kita yang juga tengah belajar menjadi manusia yang lebih baik. Melakukan ini berarti kita juga tengah belajar bersama mereka.
3. Kita adalah tauladan mereka. Apa yang kita perbuat, akan menjadi justifikasi buat mereka untuk berbuat yang sama. Karenanya, bersikaplah konsisten dan konsekwen.

Prinsip-prinsip di atas sangat penting untuk diperhatikan orang tua sehubungan dengan gagasan saya dibawah ini:

1. Dari semenjak anak lahir hingga ia mencapai masa akhil-baliknya atau masa pubertasnya, Kita harus memposisikan diri kita sebagai pihak yang didengar dan dilihat. Hal ini berarti bahwa, selama masa-masa tersebut kita haruslah menjadi pembimbing dan pemberi tauladan yang baik, konsisten, dan konsekwen. Ini adalah masa-masa penuh observasi bagi si anak untuk melihat berbagai macam contoh disekelilingnya menjelang datangnya masa-masa eksistensi bagi diri mereka. Kuncinya adalah: Ketauladanan!

2. Dari masa pubertas hingga menjelang pernikahannya, kita akan memposisikan diri sebagai pihak pendengar yang baik dan pemberi pandangan yang bijaksana. Ini berarti bahwa kita sudah mulai harus mengontrol ego kita sebagai orang tua mengingat di masa-masa ini, perbedaan zaman dan pola pikir sudah mulai membentuk jurangnya antara kita dan si anak. Kita sudah harus bersedia untuk bersikap berbeda dengan mereka, sesuai dengan jalan yang mereka pilih. Ini adalah masa-masa paling kritis bagi mereka mengingat di masa-masa inilah mereka mulai mencari jati diri mereka yang sesungguhnya hingga akhirnya mereka berani untuk menunjukkan identitas mereka yang sebenar-benarnya. Tugas kita adalah; lebih banyak menyimak dan memberi pandangan yang bagi mereka berdasarkan pengalaman dan ilmu kita miliki dalam hidup kita. Segala keputusan yang kelak mereka ambil, maka kita harus menghormatinya dan mereka diharapkan memiliki kesadaran atas segala konsekwensi dari tindakan yang telah meeka ambil. Satu hal lagi, kita berharap bahwa si anak telah cukup matang dalam memilih mana yang terbaik buat mereka.

3. Masa memasuki dunia pekerjaan, perkawinan dan anak-anak mereka. Di masa-masa ini posisi kita sudah nyaris sama dengan mereka dimana nilai saling berbagi akan pengalaman dan hikmah menjadi tujuan dari komunikasi antara kita dengan anak. Pada beberapa kesempatan, mereka akan kembali ke sifat alamiahnya dengan lebih banyak mendengar kepada kita hal-hal yang menjadi tantangan terbaru mereka atas ketiga ahal tersebut.

Demikian gagasan saya menyangkut hubungan komunikasi antara orang tua dan anak dari masa ke masa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: