Pembantu Rumah Tangga

Membina hubungan antara kita, sebagai majikan, dan PRT, itu gampang-gampang sulit.

Sudah hampir nyaris tiga bulan lewat, kami disibukkan dengan urusan PRT yang kali ini, setelah sepeninggal Parmi dan Eli, kami mengalami masa-masa sulit jauh dari sebelum-sebelumnya.

Kalau dulu sebelumnya duet Parmi/Eli begitu kompak, setia dan nyaris tidak ada yang membedakan mereka dengan layaknya sebagai saudara dekat, maka PRT setelah mereka sungguh-sungguh membutuhkan perhatian dan teknik khusus.

Sudah tiga gelombang PRT gagal. Ada yang mengundurkan diri, ada yang kabur dan ada yang gak betah. in just only 3 months! bandingkan dengan duet parmi/eli yang bisa bertahan hingga 4 tahun!

Apakah penyebabnya? anak kita yang susah diatur, terutama soal saat makan? cara kita membawa diri ke mereka? kurang persuasif? keberjarakan? gap budaya? ketidak-puasan kinerja mereka? atau murni bahwa mereka memang tidak betah dengan atmosfir rumah kita?

Entah kenapa saya seperti kehilangan akal dalam menghadapi mereka. padahal kami sudah punya senjata ampuh dalam menghadapi mereka; tindakan persuasif dan kepercayaan.

Berharap untuk tidak over-expected? dan mulai menerima bahwa mereka berbeda dengan parmi/eli?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: