Obituari

Opah Meninggal Dunia.

Jauh di Medan sana, Opah merasakan sakit. Hal ini memaksa semua anak-anaknya untuk hadir menjenguk dan ternyata juga harus mengantarkannya hingga ke liang lahat.

Perjumpaan saya dengan Opah pertama kali terjadi di akhir tahun 1990-an. Di tengah malam, di Sarinah, Jakarta Pusat. Setelah menikah, tercatat hanya 3 – 4 kali saya bertemu dengan dia kembali namun dengan bobot yang lebih berkualitas.

Secara pribadi, saya tertarik dengan kehidupan dia. Dia pernah memiliki nama besar dan cerita-cerita besar yang menyertainya. Selama ini saya memang lebih banyak mendengar tentang dia dari anak-anaknya. Karenanya, setiap kali ada kesempatan bertemu dengan dia, saya usahakan untuk berbincang lebih dalam tentang banyak hal.

Pada pertemuan terakhir saya dengan beliau, kesempatan itu akhirnya muncul. Secara umum, Opah orang yang hangat dan up to date. Pembicaraan dengan dia selalu nyambung. Kebetulan, dia orang yang gemar bercerita. Saya banyak bertanya tentang pandangan dia perihal kinerja prestasi olah raga nasional. Dia tampak kecewa dengan yang terjadi akhir-akhir ini. Selain soal olah-raga, saya juga berbincang soal sejarah dan hidup belaiu. Ceritanya lumayan seru dan membuka banyak pertanyaan.

Secara pribadi pula, saya mengagumi beliau yang tergolong manusia becus dalam banyak hal yang dikerjakannya. Dia orang yang care terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak. Baginya, pendidikan adalh masalah yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, sebagaimana hal tersebut harus seiring dengan keteladanan.

Perkenalan saya dengan beliau sangat sebentar namun berarti banyak. dan kini beliau telah pergi. Saya sempat membayangkan bagaimana kerasnya hidup yang ia jalani dan hal-hal yang telah menjadi kehati-hatian dia sebagai suami, ayah dan kakek. Ia telah lindungi keluarganya dengan sekuat tenaganya dari apa-apa yang mampu menjadi malapetaka.

Selamat jalan Opah! di dalam Bibel “Aku telah bertarung dengan keras dan aku telah mengakhirinya dengan baik”. Semoga Tuhan melapangkan jalan dan memberi mu upah dari apa yang telah kau tanam dengan baik di bumi ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: