Antena Parabola

Minggu lalu saya akhirnya memutuskan untuk memasang parabola. Alasan untuk memasang super antena TV itu lebih didasarkan pada kebutuhan akan variasi siaran dan keingintahuan yg mendalam akan situasi sosial pada beberapa negara.

Saya cukup puas dengan keputusan ini. Semua harapan-harapan saya akan kehadiran antena ini lumayan sesuai dengan perkiraan saya. Dari mulai biaya pemasangan sebesar Rp. 1.550.000 plus tip Rp. 50.000 yg lumayan cukup kompetitif (dipasaran, rata-rata Rp. 1.7 – 1.9 jt), tenaga ahli yang memasangnya dan paket all-in-one yg mereka berikan.

Pada prinsipnya, dengan harga yang saya dapat, saya berhak untuk memperoleh antena tersebut beserta tiang pancang, pemasangan, dekoder antene dan channel, dua buah remote dan kabel untuk kedua dekoder masing-masing 10 meter.

Mengenai channel siaran, terdapat hampir 300 channel yang berasal dari ASEAN, Asia Timur (Jepang, Cina, Korea, Taiwan), Asia selatan (India, pakistan, Srilanka, Bangladesh), Asia Tengah (Iran, Mongolia), Timur Tengah (arab saudi, Irak, negara-negara teluk), Afrika Utara (Mesir, Libya, Sudan) hingga Eropa (Italia, Perancis, Spanyol, Portugal, Inggris) sampai dengan Australia.

Beberapa channel besar juga masuk dalam jaringan diluar dari stasiun milik pemerintah, seperti: Bloomberg, Al-Jazeera, DW-TV, BBC world, Australia Network, MTV (cina), Travel, Press TV, TV5 Prancis, France24. Diluar itu, seluruh stasiun yg ada di Indonesia juga tercover, plus beberapa kanal-kanal khusus olahraga, musik, rohani, anak-anak dan kantor berita, juga ikut tercover.

Cara kerja Parabola ini lumayan unik. Dari 300 channel yang ada, mereka tersebar dalam 15 satelit yang beredar di orbit. Bila kita hendak memilih sebuah channel, maka kita juga harus memindahkan arah antena kita ke satelit yg dimaksud, cukup melalui remote.

Hal yg cukup menggangu adalah, setiap kali kita hendak menonton, kita harus selalu memegang daftar channel & satelit untuk diarahkan, plus tiga remote yg siap kita operasikan setiap dibutuhkan.

Secara umum, adanya variasi siaran cukup membuat kita terhibur disamping kita akan terbebas dari tuntutan biaya rutin yang terjadi pada TV cable berbayar. Belum lagi kualitas gambar yang cukup bagus ditambah model kerumitan remote yang akan mampu mencegah anak-anak menonton siaran-siaran yang tak perlu. Diluar itu, bila anda tengah belajar bahasa tertentu, memanfaatkan siaran-siaran parabola akan mampu mempercepat proses belajar anda.

2 Responses to “Antena Parabola”

  1. Menggunakan layanan parabola nya dari mana itu bu? berapa biaya bulanan nya? saat ini saya mengunakan parabola dari Y**TV, siaran nya sedikit. bayar bulanan nya sih tidak terlalu besar, tapi kalau dibandingkan dengan penyedia yang lain, tergolong cukup mahal kalau dihitung per hari nya..

    • tiariaji99 Says:

      Maaf baru membalas. Layanan Parabola yang saya maksud di tulisan saya ini adalah bukan layanan tv kabel seperti yang sekarang bapak nikmati (indovision, yes tv, telkomvision, dll). Layanan parabola bersifat free-to-air, alias gratis seumur hidup. Kita hanya cukup membeli perangkatnya saja sekali, setelah itu kita sudah terbebas dari biaya apapun. terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: