Bali Kita

Tahun ini, di Minggu akhir Juli, jelang Ramadhan, saya berkesempatan kembali jalan-jalan ke Bali. Merehat diri sejenak, seorang diri, sembari pikir-pikir untuk siapkan langkah bisnis kedepan.

Tak terlalu banyak tahu saya akan situasi terkini pulau itu. Karenanya, saya lepaskan semuanya nanti kala saya sampai disana, gumam saya.

Saya pergi dengan dengan pesawat AirAsia, PP. Niat ingin dapat tiket murah, eh…malah kena biaya nyaris normal dikarenakan ini kali pertama saya bertransaksi tiket via internet dengan maskapai ini. Banyak pilihan-pilihan yang sebenarnya tak saya benar-benar butuhkan semacam; posisi kursi, asuransi, biaya kenyamanan, dll.

Di Bali, saya sebenarnya tak tahu hendak mau apa. Beruntung, adik saya sedang tinggal disana dan karenanya lumayan bisa dijadikan referensi.

Tiba di bandara Ngurah Rai sudah masuk malam. Saya coba cari taxi blue bird. Taxi ini menggunakan argo resmi, meski ia sebenarnya bukan taxi resmi bandara…aneh memang. Justru taxi resmi bandara tidak menggunakan argo (lebih aneh lagi!!). Taxi blue bird tidak boleh mangkal dibandara, dan saya memberhentikannya kala sebuah taxi itu baru saja menurunkan penumpang di bandara. Langsung masuk dan minta diantar ke arah selatan, sekitar 15 KM. Jarak segitu kena biaya 65.000.

Memasuki hari kedua, saya mulai ancang-ancang. Bali pada hakikatnya menawarkan wisata utama; pantai, pura dan keunikan budaya dan kerajinannya. Ada begitu banyak pantai-pantai indah, lokasi-lokasi kerajinan dan pura. Adalah lebih hemat bila ingin menikmati itu semua, kita memutuskan untuk menyewa kendaraan, entah mobil atau motor. Saya menyewa suzuki jimnyseharga 100.000 per hari (24 jam). Sedangkan motor memasang tarif 50.000/hari. Syarat mudah, cukup fotocopy KTP…blass anda bisa langsung ngacir kemana-mana.

Lokasi-lokasi wisata tersebut terfokus pada rentang Utara (atas) hingga Selatan (bawah). Atas diwakili area sekitar Canggu (tanah lot), Kuta, Seminyak hingga bawah; Uluwatu, Nusa Dua dan Sanur. Semuanya terhubung oleh sebuah jalan besar ByPass. Jangan bandingkan dengan situasi jalan-jalan jakarta. Bypass ini tak terlalu panjang dan juga tak terlalu lebar, hanya 3 lajur untuk masing-masing jalur. Ditengah utara dan selatan, disitulah letak bandara. Anda akan banyak berputar-putar di daerah sekitar utara dan selatan ini. Semua jarak itu memakan 40 – 50 km, dan dapat ditempuh 1 – 2 jam, tergantung jam sibuknya.

Wisata pantai terbagi menjadi pantai untuk renang dan surfing. Untuk renang; nusa dua, kuta, seminyak bisa jadi pilihan. Untuk surfing; uluwatu, kerobokan dan sanur begitu bagus! Lokasi konkow, tak lain adalah kuta dan seminyak. Dan untuk belanja kerajinan, tak lain adalah pasar sukowati, yang darinya kita bisa menuju Ubud (tempat banyak lukisan dan kerajinan perak).

Sisi lain Bali yang bikin kita nyaman adalah; tak adanya pengemis, gelandangan, ongkos parkir dan pilhan makanan asing yang begitu ragam. Belum lagi tempat penginapan yang relatif murah di sekitar kuta dan seminyak; dari mulai harga 150.000 – 350.000 per malam yang lumayan nyaman untuk backpackers.

Bali memang siap untuk menyambut kita, dan daerah-daerah lain perlu seperti Bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: