Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Pada liburan akhir tahun ini, saya dan keluarga berinisiatif untuk pergi ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ini terjadi secara tidak sengaja, mengingat saya sebetulnya telah merencanakan liburan akhir tahun ini dengan sejumlah agenda, dari mulai mengajak anak-anak berkunjung ke daerah leluhur mereka, hingga memberi kesempatan pertamakali untuk anak-anak merasakan naik pesawat terbang. Semua akhirnya batal karena para pengasuh secara mendadak pulang kampung dan saya didera sakit berhari-hari.

Setelah kondisi yang sedikit memungkinkan bagi saya untuk menemani mereka, saya putuskan untuk pergi ke TMII pada hari kerja dengan harapan agar tempat tersebut tidak terlalu ramai oleh pengunjung.

Dengan uang masuk TMII yang relatif murah; Rp. 7.000/orang dan Rp. 10.000/mobil, rencana awal kami adalah untuk menikmati wisata renang di SnowBay. Tapi untunglah, sebelum kami memasuki SnowBay, kami terlebih dahulu memilih menaiki kereta gantung yang menjadi idaman anak-anak. Dengan tiket Rp. 25.000/orang, kami lumayan dapat menikmati pemandangan TMII dari atas, menarik dan mencekam! Dari pemandangan atas itulah kami dapat melihat situasi SnowBay. Jujur, keinginan kami untuk ke SnowBay seketika menciut. Kenapa? Dibandingkan dengan fasilitas wisata renang yang pernah kami alami di WaterBom, WaterPark dan bahkan Jungle, SnowBay jauh dari memuaskan. Kecilnya area wisata air tersebut, sedikitnya fasilitas atraksi semacam spiral luncur dan harga tiket yang tak sepadan; Rp. 120.000/orang, membuat kami mengurungkan niat untuk menikmati wahana tersebut. Sementara, banyaknya pilihan menikmati TMII dengan cara yang lain, lebih menggiurkan anak-anak.

Dari Kereta gantung, kami akhirnya memutuskan untuk bersepeda saja mengelilingi TMII. Dengan tiket sewa Rp. 10.000/orang/jam, kami jelajahi TMII dengan mengayuh sepeda tandem. Ini bahkan lebih asik! Kami bisa berkeliling ke setiap anjungan propinsi-propinsi dan museum-museum yang ada di dalam TMII. Sekian lama tak ke TMII, saya dan keluarga begitu terpukau dengan anjungan dari masing-masing propinsi yang ada di NKRI ini. Ini menjadi semacam study tour. Belum lagi museum-musuem yang banyak terdapat di TMII semisal museum transportasi, Listrik, Minyak Bumi, hingga museum ketentaraan. Semua musuem-musuem tersebut hanya bertarif masuk Rp. 2.000 – Rp. 5.000/orang.

Setelah puas menggowes sepeda sembari study tour, kami melanjutkan menikmati tontonan layar lebar Imax yang bertarif Rp. 30.000/orang. Seingat saya, dulu teater Imax menyajikan tontonan 3D, entah kenapa sekarang sudah tidak lagi. Namun begitu, tayangan layar lebar yang disajikan tak kalah menarik. Ada beberapa pilihan film yang ditayangkan disana berdasarkan jam tayangnya; T-rex, Bencana Alam, journey to Mecca dll.

Dari beberapa tempat yang saya sebutkan di atas, sebenarnya masih banyak tempat-tempat menarik lain yang di tawarkan TMII, semisal; Bird Park, Aquarium Ikan Air tawar, dll. Dan anda butuh tenaga ekstra untuk menjelajahi wilayah TMII yang lumayan luas, namun bersih dan relatif teratur.

Sebagai tempat wisata belajar, TMII bisa menjadi alternatif wisata keluarga di Jakarta, khususnya mereka yang ingin mengetahui lebih tentang keaneka-ragaman budaya propinsi-propinsi  di tanah air. Selamat berkunjung!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: